Mereka mencintai, menghargai…

sehit-ve-gazi-ailelerine-ucretsiz

Tulisan di atas: syahid dan keluarga gazi (pahlawan) gratis.

Saya sering banget baca tulisan ini di Mana-mana selama di Turki.

Toko toko daging di carsi dekat rumah saya sering menulis kan seperti kalimat di atas, sekolah-sekolah swasta bahkan sekolah  TK didaerah saya yang lumayan besar,selain menwarkan gratis masih juga menawarkan uang saku harian untuk si anak yang ayahnya syahid, kalau sekolah pemerintah full gratis. Toko makanan, banyak tak terhitung, bahkan pelayanan jasa pun akan diberikan cuma cuma untuk keluarga pahlawan, sering ditambah juga yetim (yatim) yang ayahnya wafat biasa –tidak karena korban kekerasan atau perang.

Mereka (masyarakat Turki) amat sangat menghargai orang orang yang mengorbankan nyawanya demi tanah air, tidak terhitung berapa banyak anak bangsa yang jadi korban kekerasan, bom bunuh diri dari kelompok2 separatis yang menewaskan polisi atau tentara. Yang syahid dalam tugas negara, tidak dilupakan begitu saja, tidak butuh gerakan viral untuk diingatkan, mereka dengan suka rela membantu.

Masyarakat berbondong bondong ingin meringankan beban keluarga yang ditinggalkan anak,suami atau ayah nya yang syahid, gugur dalam tugas negara. Keluarga pahlawan?  tentu saja rasa hormat di sematkan tinggi.

Untuk hal ini jujur saya ambil hikmah yang besar, nilai positif dari masyarakat Turki. Semoga hal positif seperti ini bisa menular, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya, itu yang dulu saya pelajari di sekolahan. Jangan sampai melihat lagi wajah veteran perang yang makan aja kesusahan, hidup tanpa rumah, dimasa kemerdekaan harusnya bahagia tapi masih saja harus berjuang untuk kehidupan sehari hari.

Berkali kali Negara ini di rong rong teror, masyarakatnya yang tentu saja beragam (muslim, kristen,sekuler,syiah) untuk urusan negara mereka bisa berpegangan tangan, mencium bendera bulan sabit dengan haru. Ya masyarakat turki juga ga 100 persen muslim, yahudi pun ada nyelip. tapi urusan cinta tanah air, ga ada meng kafir2kan satu sama lain, kadang kita bisa belajar dari negara dimana kita tinggal, dan berdoa semoga negara yang ditinggalkan bisa semakin lebih baik, bahkan lebih baik lagi dari negara yang kini ditinggali.

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Mereka mencintai, menghargai…

    1. iyaa,saya aja ngerasa haru,apalagi pas ada buka toko daging baru dekat rumah, masang tulisan kyk gini itu biasa, ngasih daging gratis ke keluarga pahlawan sbg bentuk dukungan mereka.yg positif nya boleh lah ditiru

  1. Ms. Anthropist

    Bagaimana ya cara mereka mengidentifikasi pahlawan/keluarga pahlawan? Apa ada semacam kartu veteran perang?

    1. ada, dr piagam yg diberikan pemerintah lalu, secara sistem-krn data kependudukan jg rapih, otomatis teridentifikasi, biasanya untuk kartu naik bis pun diberikan gratis, mereka merujuk pada no penduduk (ktp)

  2. Ms. Anthropist

    Wah, bagus ya kalau terorganisir begitu.

    Tapi aku agak penasaran juga, ada ngga sih “pemegang” status veteran atau keluarga veteran tersebut yang menyalahgunakan “hak istimewa” tersebut? Contoh sederhananya: dititipin belanja oleh tetangga. Atau lebih parah lagi setelah mendapatkan daging gratis lalu diperjualkan?

    Maaf ya Rahma, banyak tanya sebelum salam kenal 🙂

    -Dewi-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s