Cerita dari Amasya part 2

Di bagian pertama saya menulis tentang Amasya era sebelum Ottoman, sedikit yang saya tahu , semoga bisa  bermanfaat.

Saya tidak sempat mengunjungi semua objek wisata di Amasya yang menarik,  ke masjid kompleks beyazid yildirim  cuma sempat foto dari luar saja, dan juga  kapı ağa madrasah menurut yang saya baca di internet,  sayangnya tidak dibuka untuk umum. Madrasah tempat belajar para ulama ulama utsmaniyah di masa kejayaannya.

Kota ini di masa kekhalifahan utsmaniyah memang menjadi tempat menyiapkan  para pangeran muda calon sultan , mereka mendapatkan pelatihan dan pendidikan baik dari segi agama, politik dan juga keprajuritan, Dari segi politik biasanya di mulai dengan jabatan pemerintahan pertama menjadi gubernur Amasya. Diantara nya:

Muhamad al fatih  dalam bahasa turki lebih di kenal dengan sebutan : Fatih sultan Mehmed (mehmed II) beliau menjadi gubernur di tahun 1438 selama 1 tahun

Murad II (putera dari Sultan celebi Mehmed) Menjabat selama 6 tahun

Celebi Mehmed di tahun 1309, Yildirım bayezid (1389)

Lalu ada Bayezid II dia menjabat tahun 1454 ketika dia berumur 7 thn(ini yg saya baca dari prasastinya) dan selama 27 tahun Amasya di bawah pemerintahannya, pada tahun 1481 dia dipanggil ke istanbul ketika ayahandanya  Sultan Al  Fatih wafat.

yavuz sultan selim, putera dari Bayezid II beliau tidak menjabat gubernur Amasya tapi Trabzon, kemudian ketika Ayahnya mengundurkan diri, dia dipanggil ke İstanbul.

Mereka yang saya tulis adalah sultan sultan Ottoman yang sukses memimpin kekhalifahan utsmaniyah, nah saya juga sempat membaca prasasti di sebuah Taman  tentang  pangeran pangeran Ottoman  lainnya yang menjadi Gubernur Amasya tapi TİDAK sukses  atau dipanggil untuk mengurusi tampuk kekuasaan Utsmaniyah yang lebih besar:

Shahzadah Ahmet celebi putera dari Murad II, Shazadah Alauddin putera dari Murad II , Shahzadah Ahmed putera dari Bayezid II, Shahzadah Mustafa putera Kanuni sultan suleyman, shah zadah Bayezid putera dari kanuni sultan suleyman (Dua nama terakkhir sepertinya tidak asing bagi penikmat drama king suleyman)   

IMG_0580

patung patung para sultan ottoman yang pernah menjabat gubernur amasya

Banyak museum sejarah yang menarik di Amasya, sayangnya saya cuma sempat masuk ke museum arkeologi nya, karena letaknya yang strategis di depan mall Amasya, miniatur amasya dan museum para shah zadah, sepertinya emang patut di kunjungi, sayang saya melewatkannya, karena keterbatasan waktu, ini beberapa yang saya kumpulkan dari web pemerintah amasya:

Museum Arkeologi nya juga ga kalah menarik, banyak peninggalan peradaban kuno baik era pontus, romawi, selcuk juga Ottoman, Mulai dari perhiasan, uang kertas kekhalifahan utsmaniyah (ottoman) dan yang lebih menarik adalah ini:D

IMG_0658 karena pas datang ke museum pengunjungnya cuma berdua dengan sibabapanda, saya tidak berani masuk ruangan ini, ruangan di lantai dua lampu depannya sedikit temaram..IMG_8451

Pas pintu masuk ada mumi balita yang bikin saya ga berani masuk  lebih jauh lagi, rasanya bener seperti uji nyali, pengunjung cuma berdua dan para penjaga museum  kumpul di depan pintu masuk dan loket saja, jadi ngebayangin seperti di film  Night of museum, gimana kalau tidan tiba mereka  bangkit—aih abaikan halusinasi saya

Memang daya tarik museum arkeologi ini salah satunya bisa melihat langsung mumi asli yang di simpan dalam peti kaca, mumi dari era romawi dan ottoman.

Dan ini:)IMG_0590

pemerintah amasya meng akomodir sekali lokasi buat turis selfie:D dipasang patung seorang pria ottoman berjubah dengan memegang HP:)

kesimpulan saya : kota Amasya itu walau letaknya terpencil,  dan letaknya di himpit pegunungan, saya pribadi belum merasa puas karena belum semua terjeajahi, apalagi di Amasya banyak sekali hamam hamam (turksh bath) di area perumahan turki ottoman, rumah rumah tua di bawah perbukitan yang menjadi daya tarik wisatawan, bahkan ada hamam tua  yang dibangun sejak jaman selcuk, hamam pria dan wanita terpisah, dan sisa sisa  bangunan hamam di tengah perbukitan peninggalan abad 14.

untuk urusan kuliner, ada cafe legendaris di seberang bukit the rock of tombs ini namanya ali kaya restorant , letaknya juga di atas perbukitan dengan view yang menarik ali kaya restoran the pict .saya belum sempat ke sini juga, mengingat lokasinya yang di atas perbukitan, jam 4 sore saya harus balik lagi ke corum, karena itu waktu untuk minibus terakhir dari amasya, kendaraan umum yang terjadwal dan terbatas.

c59fehzadeler_c59fehri_amasya

Masih banyak sebenarnya yang saya mau tulis lagi tentang jelajah Amasya , kapan kapan lagi saya tulis, stok foto masih banyak, saya sedang kumpulin referensi kisah ferhat dan sirin (legenda amasya  bak romeo dan juliet) kisah ini menjadi ikon amasya sebagai kota nya romeo dan juliet ala Turki, seorang rakyat jelata yang mencintai puteri sultan tapi ga direstui, Legenda rakyat Amasya, tapi cerita ini juga  ada versi iran, apa raja persia atau sultan ottoman,  karena referensi kebanyakan berbahasa turki dan seperti biasa si babapanda pasti nantangin saya translatin sendiri sekalian belajar, ya maafkan mungkin butuh waktu lama:)

Salam.

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Cerita dari Amasya part 2

  1. Terima kasih infonya mbak Rahma, saya jadi tahu tentang pangeran2 yang ‘gagal’ di Amasya. Nice post dah. Omong2, semangat yaa mbak translatenya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s