10

cingene-kaum gipsy yang hidup di Turki

lama gak posting!:)

Sekarang punya ‘pembajak’ kecil urusan laptop, jadi untuk sekadar nengok blog saja udah sulit, karena si anakpanda  lagi suka nonton video anak anak di youtube, İni juga bisa ngetik pas dia tidur siang (yang lama yaaa nakkk)

Ada kabar apa..hee…..?Udah masuk musim semi, minggu lalu suhu turun lagi, dingin, berangin, hujan. Dibeberapa daerah Turki termasuk ibukotanya malah turun lagi salju, salju di bulan april yang sudah masuk musim semi. anomali cuaca.

efek lainnya badan jadi gampang drop karena cuaca, si anakpanda pun sempat flu.

Saya lagi senang jalan jalan ke taman terus, biasa lah punya balita nyari taman yang luas untuk dia bermain, tinggal di bangunan flat apartemen itu ada ga enaknnya juga kok. Ruang bermain terbatas.

**************

Kemarin saya ajak anakpanda bermain di salah satu taman dekat masjid besar, tamannya lumayan rada sepi, hanya ada beberapa anak anak dan orangtuanya. Lalu pemandangan yang sedikit membuat saya agak kaget ketika melihat seorang ibu yang mengais ngais tempat sampah:11169893_10206195352783576_8461716109557999307_n

Penampilan si ibu dan anak ini jauh dari kesan cingene, bersih, rapih dan wajah si anak yang terlihat putih bersih khas orang turki. Saya sempat posting di salah satu akun sosmed saya, dan beberapa teman indonesia di Turki saling berbagi cerita, mengira kalau wanita ini cingene.

Tapi saya gak yakin kalau cingene, dilihat dari penampilan dan wajah. Mereka orang turki biasa.

Cingene itu apa?

Pernah baca tentang cerita kaum gipsy di negara eropa?

Cingene itu sebutan untuk orang gipsy yang hidup di Turki (romani) mereka juga hidup di turki daerah anatolia. Menyebar di eropa timur juga turki.

nenek moyang orang Rom bisa ditelusuri ke India bagian utara kira-kira 1.000 tahun yang silam. Bahasa mereka, selain beberapa kata yang ditambahkan pada masa-masa selanjutnya, tidak diragukan berasal dari India. Alasan mereka meninggalkan India kurang jelas. Beberapa pakar percaya bahwa nenek moyang mereka bisa jadi adalah perajin dan penghibur yang bergabung dengan pasukan prajurit yang meninggalkan tanah airnya setelah konflik-konflik militer. Apa pun alasannya, orang Rom tiba di Eropa sebelum tahun 1300 M melalui Persia dan Turki.

YLD_0686 [Desktop Resolution]

foto:google

Orang turki menyebutnya cingene.

Apa hubungannya foto ibu dan anak dengan cingene??

Karena cingene yang hidup di Turki identik dengan para pemulung. Biasanya hanya mereka yang memungut tempat sampah. Bukan orang Turki biasa, tapi yang saya lihat jauh dari kesan cingene.

Cingene atau kaum gipsy di Turki rata rata hidup nomaden layaknya orang gipsy di eropa timur dan di negara negara lain. Kata babapanda, mereka juga kebanyakan tidak punya  kartu identitas WN turki (kimlik) susah diatur.

Hidup dibawah garis kemiskinan, suka suka mereka. Pekerjaan serabutan, terkadang (maaf) mencuri.

Kenapa kok nuduh cingene?—isi penjara di istanbul banyak juga cingene–kata si babapanda, mereka selalu terlibat kriminal. Hidup gak teratur. Entahlah belum pernah dengar cerita positif tentang suku ini.

kerja keras seharian.punya uang ,kebanyakan untuk bersenang senang: nari nari dsb. Hidup mereka ya gitu gitu aja.

Saya sering bertemu anak anak gipsy ini, yang menurut saya kalau di urus-.- anak anak ini manis, cantik.

sayangnya mereka (orang tuanya) masa bodoh. kumel kumel, entah ga mandi berapa hari anaknya, rambut aut autan, bermain dengan kasar kalau ketemu di jalan atau mereka main di taman.

si ibu yang dengan dandanan khas orang gipsy, bicara kasar kasar-.- ga enak didengar.

jadi kebanyakan agak menjaga jarak dengan orang cingene.

Balik lagi ke foto pertama si ibu dan anak.

Saya yakin mereka bukan cingene, mereka warga biasa, sedih liatnya mereka sibuk ngais ngais tong sampah mencari baju bekas.

kebanyakan orang turki jarang suka baju bekas, apalagi tinggal di perkotaan, biasanya ada tempat buat disumbangkan. atau cara terbaik cukup taruh saja di plastik rapih masukan ke kotak sampah besar, biasanya kaum cingene akan mengambilnya.

Kalaupun ada sebagian orang cingene menetap dan anak anaknya disekolahkan di Turki. Dapat cerita dari teman yang kebetulan suaminya guru dan ngajar anak anak cingene, suaminya sampai nyerah dan minta pindah ngajar, kenakalannya luar biasa, ga punya respect sama pengajar,sekolah sesuka sukanya. sulit diatur.

Kebanyakan orang cingene berasal dari trakya, salah satu daerah di provinsi ujung turki (edirne city) yang berbatasan darat dengan bulgaria di eropa timur.

Jadi jangan heran kalau di turki pun ada kaum gipsy nya…ga beda jauh pekerjaan mereka dengan gipsy2 yang berada di kawasan eropa.

secara wajah, kaum cingene di turki emang mirip sekali dengan wajah india, ditambah dengan busana yang menurut saya bikin silau mata:)entah lah mereka suka sekali pakai warna ngejreng, baju nabrak warna, kalaupun mereka pakai yazma*krudung* itu cuma aksesoris, rambut disemir gold….berbeda lah kalau di sandingkan sama telenovela kasadra di tahun 90 an yang berkisah tentang kaum gipsy di daerah latin:) masih enak diliat..(ya iyalah artis yaa-.-)

saya pernah bertemu perempuan cingene memakai rok warna hijau stabilo*mirip marka jalan* benar benar sukses mencuri perhatian orang orang di jalan.

—————————-

mereka hidup di bawah garis kemiskinan, bukannya pemerintah lokal tidak peduli, dibeberapa daerah, pemerintah lokalnya inisiatif membangunkan rumah dan ngajak mereka hidup teratur, tapi mereka sendiri yang gak mau di urusin.

Advertisements
9

Tempat sedekah buat hewan

11127203_10206014420700387_2675070185414087311_n10650034_10206014420340378_2513113933790365029_n

Saya baru lihat kotak ini dekat park, itu tertulis: bayat ekmek: roti yg udah lama, daripada dibuang mending buat makanan hewan, atau bisa juga nyumbang makanan lain, sedekah buat hewan:)

Kalau di TV saya pernah lihat kotak yang lebih besar: kalau peralatan rumah tangga atau baju bekas bisa dibuang ke kotak itu, nanti ada yang membutuhkan bisa ngambil.

9

Cerita tentang orang suriah part 2

içerik

smbr foto: google

Hari ini hari jumat, sebagai negara sekuler tapi berpenduduk muslim, Turki juga kenal jumatan dong.hehe iya lah..sholat jumat. Jadi karena waktu sudah masuk jam summer: jumatan jam 1 siang.

Saya ngajak jalan anakpanda ke carsi dekat rumah, jalan jalan aja sambil  muter muter nyari market niat mau beli nar eksisi*saos pome* untuk bikin salad ala turki yaitu:kısır.

Ternyata beberapa market banyak yang tutup selama sholat jumat. Meliburkan karyawannya untuk istirahat siang dan sholat jumat.Jadi deh muter lagi ke park dekat masjid.

Cuaca cerah dengan suhu sekitaran 13c di musim semi, lumayan lah berjemur dikit buat si anakpanda, bermain dan bersosialisasi di park.

Tapi, pemandangan yang kurang nyaman di jam sholat jumat, adalah sekumpulan pemuda yang tertawa terbahak bahak di pojokan taman! Duhh mas….mboo ya kalo gak sholat..hormatin suara ceramah di masjid dan azan nya kek

gerutu saya dalam hati.

Dari penampilan dan wajahnya sudah bisa ditebak kalau mereka bukan orang turki, lama lama saya jadi terbiasa membedakan wajah orang turki vs arab, karena walau terlihat serupa tetap tak sama, apalagi kalau udah ngomong: ya iyalahh bahasa arab vs turkche.

Jadi mereka ini pemuda pemuda pengungsi dari suriah yang pindah ke istanbul.

İya sebagaimana cerita saya sebelumnya, bertetangga dengan suriah, suriye suriyeler…

Turki menampung ribuan orang suriah masuk negaranya, sebagian dibiayai pajak negara (iya pajak orang turki dan ocehan si babapanda yang gemes sama para pengungsi ini)

Babapanda kadang juga ngoceh, yang kalau diterjemahin bebas: Gue udah bayar pajak gede, duit pajak buat bantu mereka, eh mereka petantang petenteng di negara gue.

Semakin kesini semakin banyak orang turki yang tidak lagi simpati dengan para pengungsi suriah yang bejibun. Jadi masalah sosial baru.

Terutama di area wisata-.-‘  makin banyak pengemis?? yang dari suriah. Bikin citra turki nambah jelek.

Ya apakah semua pengungsi yang mengemis harus dikasihani?

Fakta yang terkuat dari teman saya: Dia sering lihat seorang pengungsi ini ngemis di salah satu daerah ramai di istanbul eropa side. Berpakaian kumel, gak keurus pokoknya bikin jatuh iba kalau dilihat apalagi menjual kata: saya pengungsi suriah..

Ternyata dia sewa apartemen dekat rumah si temen, kalau pulang ngemis, dandanan berubah menor, pulang shoping barang branded bareng temennya mabuk mabukan pula. Akhirnya di usir sama pemilik apartemen tempat dia sewa.

semakin kesini banyak orang turki yang gak mau menyewakan apartemen nya untuk orang orang suriah. Ternyata banyak yang bikin ulah. Awal awal orang turki ketika pecah perang suriah banyak yang jatuh iba, simpati dan mengulurkan tangan untuk masuk ‘rumah’ mereka yang bernama Turki, tapi semakin kesini ternyata yang ngungsi  juga masalah masalah sosial suriah juga kebawa.

Dan kembali ke gerombolan pemuda di park itu…

semakin banyak orang lokal yang risih dengan keberadaan mereka, saya berharap semoga tidak ada gesekan.

Ketika tinggal di Turki dan hidup berdampingan dengan  orang orang suriah yang mengungsi dari peperangan di negaranya, bikin saya mikir pake logika untuk jatuh iba.

Mungkin kalau saya tinggal di indonesia dan cuma andelin berita di media dan katanya..katanyaaaa…tapi gak tau real kehidupan pengungsi suriah selain di camp camp perbatasan… saya bisa mudah jatuh iba…

Apalagi terpasang foto fenomenal anak kecil yang angkat tangan didepan kamera, iya saya jatuh iba melihat kondisi mereka yang terkurung peperangan disana:(

Tapi ketika melihat sebagian besar saudaranya sebangsa yang terselamatkan ngungsi ke turki, kehidupannya jauh dari yang anda baca di media.

Berdandan tetap seperti kalangan atas, hp terbaru, yang ngerasa kaya bisa mengalihkan kekayaannnya dan beli rumah mewah disini? oh banyak:) berjalan petantang petenteng memamerkan gelang gelang emasnya… oh adaaaa.

Dan segerombolan pemuda di park tadi…

bikin saya mikir…

seandainya mereka muslim (karena mikirnya mereka ngomong pakai bahasa arab sih:)

ketika azan berkumandang…padahal juga dekat masjid.

apa begitu berat kaki mereka datang ke masjid, untuk berdoa..

untuk bangsa mereka…

agar bisa kembali aman ada kedamaian..atau masa depan lebih baik.

Menghabiskan tiap hari waktu waktu produktif dengan kumpul kumpul gak jelas…main hp..bahkan ada yang duduk duduk ddepan masjid hanya untuk menggoda perempuan -.-*(padahal setau dan sepenglihatan saya..jarang nemu pria turki di arena masjid ..goda godain cewek) kecuali ditempat tertentu.

dapat  bantuan dari negara yang mereka tumpangi…dari pajak pajak warganya.

Sebagian hanya mau menadahkan tangan minta belas kasihan…dengan menjual selembar catatan: saya pengungsi suriah!

PR besar untuk pemerintah Turki mengurus tamu tamu mereka yang akan dilebur jadi warga permanen atau bagaimana?

Juni bulan pemilu  Turki…

isu suriah..bisa jadi batu pengganjal atau kekuatan kubu yang berkuasa..

belum lagi aksi terorisme dari separatis nya dan juga orang orang komunis nya yang ingin membuat negeri ini kacau balau..Beberapa jhari lalu ada sabotase pemadaman listrik hampir 88 kota seturki, Lalu penyanderaan seorang jaksa hingga berujung mati tertembak, aksi terorisme di kantor polisi istanbul, seorang perempuan yang hendak mem bom kantor polisi, biasa aksi aksi kayak gini selalu ramai menjelang puncaknya turis datang ke Turki . Spring-summer! Tapi ga usah takut juga sih negeri ini cukup sigap sebenarnya, Banyak orang rese didunia ini. Bukan cuma di Turki.

kalau dipikir pikir musuh turki itu luar biasa..kanan kiri..gencett terus..ditambah lagi dapat ‘amanah’ orang orang suriah yang belum tentu semuanya murni pengungsi..

politik..intrik…spionase…

Alloh korusun…