Belanja sayur mayur mingguan

Setiap hari senin, dekat rumah selalu dibuka pasar buah dan sayur yang lokasinya memotong jalan raya, Umumnya di Turki, pasar traditionl sayur dan buah memotong jalan raya, lalu lalu lintas di alihkan. Kebetulan di dekat rumah kami lokasinya tiap hari senin, jalan besar di tutup, lalu pedagang membuka lapak lapaknya, mobil truk yang mengangkut sayur dan buah segar di parkir di jalan atau gang2 lebih kecil.

Ada juga lokasi pasar yang ditentukan pihak belediye, di Pendik tempat kami tinggal, setiap sabtu pasar traditionalnya di buka di daerah sahıl-pinggir pantai- lokasi yang asyik untuk menghabiskan akhir pekan bareng keluarga sambil berwisata, juga belanja kebutuhan sehari hari.

Lokasi pasar terbesar se belediye(municipality). Tapi pasar mingguan dekat rumah di buka hari senin untuk wilayah mahallesi *kelurahan* tempat saya tinggal, Para pedagang akan keliling ke daerah daerah penduduk untuk membuka lapak di jalan yang sudah ditentukan pihak pemerintah.

Kesibukan para pedagang mempersiapkan lapak lapaknya sering saya dengar tiap senin pagi.Kebetulan gedung flat apartemen tempat kami tinggal cukup dekat dengan jalan raya dimana lokasi pasar akan dibuka, bisa dilihat dari jendela dapur tenda tenda pasarnya.

Biasanya pasar akan ramai  selepas dhuhur sampai menjelang isya. Suara teriakan para pedagang  memanggil para pelanggan, bahkan ada yang sambil nyanyi nyanyi untuk menarik perhatian, sering terdengar sampai rumah kami, tanpa perlua TOA atau mikrofon suara orang turki sudah melebihi speaker nya hehe

umraniye

(sumber:google) salah stau lokasi pasar di istanbul

Sekarang saya sudah terlatih belanja sendiri, maklum lah ibu ibu, beda harga sedikit saja saya kejar hahah..dari ujung ke ujung di jabanin, padahal lokasi pasarnya ini di jalanan yang naik turun, phiuhh kebayang sehabis belanja serasa olahraga. Saya paling suka belanja jika  ada tulisan: Sec/al  di lapak pedagangnya: artinya kita bisa milih milih sayur atau buah sesuka kita tanpa takut dicampur sama yang sudah busuk. Biasanya harga akan sedikit lebih mahal. Awal awal saya tergoda harga yang lebih murah semisal: orange squash sekilo 1 lira: wow murah banget kan, dirupiahin aja ga nyampe 6 ribu rupiah 1 kilo.eh tapi ga boleh milih, pedagangnya yang milih sendiri, kadang untung kadang buntung kalau kayak gini, alhasil dicampur buah yang sedikit busuk atau lama. Yang ada gak kemakan semua dan berakhir di tong sampah di dapur.

Kadang saya suka ngeyelan juga sih, kalau beli sipedagangnya yang milih sendiri, saya tuker lagi sambil tunjukin buah yang jelek, tampang cuek aja, saya tuker sendiri:D jualan kok ga jujur.

Tapi kalau pedagangnya baik saya juga jadi pembeli yang loyal, tiap ke pasar saya pasti beli di tempat dia,  seperti pedagang buah apel langganan saya, minggu ini harga apel sedikit lebih mahal dari minggu sebelumnya, kendati di pedagang yang lain ada yg jual lebih murah 25 krs, saya tetap beli di pedagang langganan saya. Karena terjamin kualitasnya dan biasanya apel lokal, dia pun lebih suka para pembelinya milih sendiri, apel yang kualitasnya jelek biasanya dia pisahkan dan dijual lebih murah. Pedagang yang jujur, ga heran lapaknya selalu penuh, karena kita tidak pernah kecewa dengan kualitas dagangannya.  Jatah belanja buah dan sayur perminggu 30lira, untuk konsumsi seminggu sekeluarga, itu diluar belanja di market biasa, yang  kadang si babapanda suka nambahin belanja buah sendiri. kulkas alhamdulilah selalu penuh sayur dan buah segar dengan kualitas baik, kami mulai mengurangi konsumsi protein hewani atau daging dagingan, palingan stok telur aja yang selalu ada.

Dengan kualitas produk pertanian lokal turki yang terjamin, alhamdulilah bisa pelan pelan ‘serius’ hidup sehat:D:D konsumsi buah dan sayur lebih banyak.Ditambah punya suami yang gak senang wisata kuliner di luar, jarang jajan di luar rumah, pokoknya kurang ‘gaol’ deh gak kayak jaman di grogol dulu..yang bentar bentar nengokin CL:) mari kita ngunyah ngunyah salad terus..

Menjelang sore biasanya puncak keramaian pasar ditambah pasar mendekati harus di tutup! karena jalan raya akan di buka kembali, banyak pedagang yang banting harga. Kalau ada pedagang yang ngeyel belum mau menutup lapaknya , banyak petugas zabita-semacam satpol PP-yang akan memberi peringatan. Jam tutup ditentukan.

Begitu pasar bubar, tinggal pihak kebersihan belediye yang dikerahkan nyapu jalan dengan mobil khususnya, jalanan kembali bersih, biasanya para petugas ini kerja sampai tengah malam membersihkan sisa sampah pasar, saya sering mendengar suara mesin dan para petugas kebersihan setiap pasar tutup. Keesokan hari jalanan sudah bersih kembali.

Para pedagang yang membuka lapak itu sudah ditentukan lokasi lokasinya, mereka tidak bisa sembarangan nyerobot lokasi pedagang lain, sudah teratur. dan mereka pun ada iuran dan wajib bayar lokasi ke petugas belediye.

Hampir semua produk pertanian lokal turki, kalaupun ada buah import itu biasanya buah yang memang tidak tumbuh di Turki, semacam nanas atau alpukat juga pisang. Untuk perkakas rumah tangga pun produk lokal masih mendominasi, hanya sedikit produk made in china saya lihat. Urusan cinta produk lokal dan cinta tanah airnya, orang turki itu bisa diacungin jempol.

Saya paling suka belanja di pasar pas musim panas! buah buah syurga yang  manis ,ranum mendominasi: plum, apricot, buah tin..dan itu harganya terjangkau semua..secara kurs rupiah pun masih jauh lbh murah:D

buah lokal turki

buah lokal turki

images

sumber google

.

Advertisements

2 thoughts on “Belanja sayur mayur mingguan

    • hehe terimakasih bu:) apa kabarnya..bu prita. Sayangnya saya blm menemukan buah import dr indonesia, untuk asean di dominasi thailand-.-‘ padahal kl dr kualitas msh bagus buah dr indonesia, entah knp di pasar dunia kalah langkah sm negara tetangga ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s