Tetangga kami

Hidup di İstanbul, Kota terbesar di Turki dengan penduduknya bersaing ketat jumlahnya dengan ibukota İndonesia Jakarta. Kehidupan kota besar yang katanya indivıdualis? kriminalitas tinggi? yang ini saya -amini- karena menurut sumber terpercaya si-Babapanda- yang kerjaannya ngurusin anak anak bermasalah di Lapas..oh istanbul…cok stress ben yaa. itu kata kata sakti si Babapanda setiap pulang kerja.

Ketika kami pindah ke İstanbul pertengahan juni tahun 2012 silam, butuh waktu lama untuk mencari flat sesuai budget dan tentu saja lingkungan. Si babapanda bersikeras harus dapat lingkungan yang aman untuk kami tinggal, paling tidak ketika dia dinas malam bisa merasa tenang meninggalkan saya sendirian di rumah.

Akhirnya pilihan kami jatuh pada flat sederhana berlantai empat milik keluarga haji yang tidak sengaja kami lewati dan tertulis, Kiralik  dairesi-disewakan langsung kami survey ke flat yang disewakan, sebelumnya ada dua flat kosong yakni lantai dua dan tiga, si babapanda memilih lantai tiga hanya karena toiletnya toilet jongkok saja. Lantai dua setelah dicek, toilet duduk. Dia kurang suka. Merasa lebih nyaman pake toilet jongkok ujarnya, lho malah bahas toilet ya hehe.

Sayangnya justru tidak ada balkon, balkonnya di bongkar sama si pemilik flat dijadikan satu ruangan agar terlihat lebih besar.

Singkat kata kami sudah cocok dengan pilihan tempat tinggal  tersebut, lalu bayar uang sewa dan uang jaminannya,kemudian pindahan dari apartemen kakak ipar-sebelumnya kita emang nebeng satu bulan di lantai dua apartemen mereka sambil mencari sewaan flat untuk mulai hidup mandiri, ditambah menunggu gaji pertama si babapanda  yang dirapel dua bulan sebagai pegawai negeri baru buat modal sewa flat. Perjuangan dimulai!

Alhamdulilah pemilik  sewa kami atau disini disebut ev sahibi sangat baik sekali dan ramah, apalagi mereka  sudah berhaji ke tanah suci dan memiliki kenangan juga cerita yang manis dengan jamaah haji indonesia disana.Sehingga hal positif tentang indonesia begitu melekat dibenak mereka  dan kemudian mendapatkan penyewa flat yang beristrikan orang indonesia-yakni saya-

Saya merasakan sekali segala kebaikan pasangan haji ini hanya karena mereka menyukai jamaah haji indonesia di tanah suci kemudian  dapat imbas baiknya diterima dengan hangat dilingkungan keluarga si pemilik sewa ini.

Hubungan bertetangga kami baik tidak hanya dengan pemilik flatnya saja tapi dengan tetangga beda lantai pun kami terjalin baik dan hangat, saling tolong menolong.Semisal pergi belanja dan kesulitan bawa barang belanjaan ketika naik tangga, jika berpapasan dengan salah satu tetangga  mereka dengan sigap membantu.

Kebiasaan menarik lainnya hidup di flat ini, Saling menghantar makanan. Haha ini lah alasan saya kenapa waktu pulang ke tanah air dan balik lagi ke istanbul bawa buku belajar memasak. Terutama jajanan tradisional indonesia. Saya belajar berbagai resep kue tradisional termasuk dengan emak saya juga dirumah. Demi bisa mengenalkan kuliner indonesia ke tetangga tetangga flat kami, Menjadi duta bangsa dimulai dari lingkungan terdekat dulu di perantauan, mungkin hal kecil saja cuma sebatas makanan tapi bagi saya mengandung promosi tersirat tentang indonesia dibenak mereka.

sejauh ini saya udah promosi: opor ayam, nagasari, puding, risoles. ketoprak apalagi ya lupa. Jujur saja saya belum jago masak masih terus belajar dan belajar, ngenalin jenis makanan indonesia sebisanya. Terakhir saya bawa oleh oleh dodol juga buat mereka sepulang mudik dari tanah air..

Jadi kebiasaan bertetangga saling hantar makanan di gedung tempat kami tinggal saya manfaatkan untuk mengenalkan kuliner indonesia ke tetangga. Seperti hari ini pas cuaca dingin dan hujan terus, tetangga kami di lantai empat menghantarkan sepiring besar borek hangat isi fetacheese  dan juga islakkek -kue coklat mirip brownies dengan lapisan coklat yang lembut. Ehmmm jadi -PR- lagi buat saya proyek selanjutnya bikin kue apa di dapur, terlintas ide bolu kukus.Belum pernah buat tapi apa salahnya dicoba, emang sih mereka tidak  mengharapkan piringnya di kembalikan dengan balasan kue balik tapi menyenangkan saja saling kirim hantaran paralel bertetangga, sudah jadi kebiasaan di gedung ini.–kembali buka buku resep dan ngecek ‘harta karun’  bahan dan bumbu bumbu indonesia di lemari dapur.

Doakan saya sukses ya bikin bolu nya:)IMG_0021

Advertisements

9 thoughts on “Tetangga kami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s