nomaden ala keluargapanda

Tinggal di kota sebesar İstanbul, Bagi yang terbiasa hidup di kota besar mungkin enak, udah biasa ketemu macet dkk nya, hiburan banyak, yaa metropolitan terbesar juga di turki, dan katanya kota terbesar juga penduduknya kalau di liat dari kota kota eropa lainnya, nah kebayang kan.

Soal biaya hidup? ya so pasti jauh lebih mahal di banding kota kota lain di turki, semua orang turki dan banyak nya WNA menjadikan kota ini emang Full manusia: kalau ga salah penduduk istanbul hampir 14 jutaan, terbagi di antara sisi eropa dan juga asia.

Tingkat stress juga lumayan tinggi, macet dan angkutan umum layaknya kota kota besar dunia di jam sibuk! menggilaa.

Untuk sekadar wisata memang lumayan mengundang, ya siapa sih yang ga kenal istanbul..dari zaman ‘baheula’ kota ini udah jadi kota besar di dunia, punya sejarah besar tersendiri.

Sebagai WNA emang jadi pilihan banget hidup di kota besar semacam istanbul kalau di turki, untuk Pasokan makanan, masih jauh lebih mudah ketemu makanan yang mirip mirip negara negara asia dan juga teman teman indonesia, baik pelaku kawin campur atau expat ataupun pelajar indonesia, banyak di istanbul.

Kalau saya: Jujur senang senang aja tinggal di istanbul, walau jarang jarang juga berinteraksi dengan teman sesama indonesia, paling ga lebih mudah ketemu supermarket besar yang menjual bahan bahan asia, kayak metro gross market.

Nah masalahnya tentu saja ada di kepala rumahtangga alias si babapanda.

Sebagai anak yang di lahirkan di kota kecil Turki, Dia tidak terbiasa dengan gaya hidup kota besar dengan tingkat stress yang tinggi, biaya hidup mahal pula, terakhir memang pertimbangan rasional dia sebagai kepala rumahtangga.

Untuk sewa apartemen di istanbul termasuk  Mahal, walaupun gedung lama, atau mungkin karena kami tinggal di daerah ‘Padat’ di asian side, wilayah pendik *tempat kami tinggal termasuk ujungnya istanbul asia, kategori masih murah untuk sewa tempat tinggal di banding daerah sebelah:Kartal.

Si babapanda ‘keukeuh’ kalau KADRO nya udah di acc dia bakal minta pindah tugas ke kota lahirnya yakni CORUM.

Dan masa menunggu kira kira 2016:untuk Kadro buat mutasi: 3-4 thn masa kerja baru boleh mengajukan.

Kadro itu apa: Jadi istilahnya Pegawai tetap yang posisinya udah Aman: yang artinya mereka bisa dengan mudah minta mutasi kemanapun diwilayah turki, Kalau sekarang karena masih baru, yang tentu saja tidak mungkin mutasi. Tiap 6 bulan dia masih di suruh tandatangan ke adliye sarayı *center dephumkam istanbul asian side yang di kartal* semacam masih bentuk Kontrak walau udah berstatus PNS cuma belum ada hak minta mutasi.*ribet ya*

Sebagai Pns biasa biasa saja, tentu saja terasa berat dengan biaya hidup istanbul:) belum lagi karena istrinya ‘Bule’ wkwkwk

harus ada dana khusus buat me-mudik-kan ke indonesia:D

Jadi pertimbangan besar dia Back to Corum city, biar bisa nabung:) Dan target 10 tahun kedepan sesuai potongan KPR-nya:P inshalloh kami baru bisa punya rumah sendiri, Nah ini juga pertimbangan lagi, kalau buat beli di istanbul ya tentu saja cuma sanggup yang biasa saja, berhubung kalau kota kecil dari segi harganya juga lebih terjangkau inshalloh bisa punya lebih layak. Pertimbangan pertimbangan masa depan lah, Walau aslinya saya juga suka agak ‘egois’ kenapa gitu harus balik ke kota kecil:S İstanbul udah enak, akses apa apa gampang, banyak tempat wisata!

Tapi saya juga harus tau diri:) Saya di Turki bukan lagi wisata, Masa depan saya ada di negara ini juga, Belum nanti ada Anak, mikir yang terbaik juga buat dia kelak. Di tambah si babapanda ‘agak gak rela’ saya balik kerja kantoran, silahkan cari kesibukan di rumah saja *ya turkiye banget lah*

Jadi pembahasan di rumah panda itu ga jauh jauh tentang di mana masa depan kami nanti: istanbul atau corum?

Dan saya harus berbesar hati buat nerima keputusan dia kelak-.-‘ walau saya suka banget dengan istanbul, karena mungkin udah teruji hidup di runyamnya jakarta:D buat saya ga masalah ketemu macet dan bis penuh mulu, tapi suami?? padahal 2016 masih jauh ya, dia udah ngomongin mulu:P saking suka stress kalo di jalanan istanbul.

Suami saya benar benar pria desa khas  kota kecil:)) berbeda banget sama 2 abangnya yang udah merantau dari bujangan, Ga bisa juga nyamain ya sama saudara nya:D yang tertua kakak ipar di istanbul, yang satu nya juga punya rumah di Ankara ,ibukota Turki, Tapi sekarang masih Tugas di mesir, Nah si bontot:D ngekor abangnya yang di istanbul cuma ternyata ga tahan, Padahal di Ankara juga sebenarnya ga masalah, si babapanda bisa minta mutasi ke sana, ke penjara anak Ankara di daerah sıncan, kami pernah ke Sıncan ke rumah teman indo di Ankara, Biaya hidup juga masih terjangkau disana. Tapi entah alasan apa, si babapanda enggak suka dengan Ankara:D asli dia ga hafal gitu daerah Ankara, padahal di banding İstanbul, Ankara jauh lebih dekat dari Corum, jaraknya mirip Bandung-jakarta saja, sedang kalau ke İstanbul ibarat Yogya-jakarta jaraknya.

Saya sih ga masalah di Ankara, karena ada KBRİ dan juga komunitas indo, Liat saja nanti kadro nya dia bisa ga di mutasi ke corum yang notabene adalah LP dewasa, sedang di İstanbul dia tugas di Lapas anak, Lapas anak terdekat adanya di Ankara:) Moga moga cuma bisa ke lapas anak juga wkwk*loh ngedoainnya kok gitu:D -biar deket sama supermarket gede aja-alasan ajaib:) Toh kalau ankara mudik ke corum ga makan waktu banyak juga, kalau si babapanda kangen kampung halamannya.

Mungkin karena hidup di Tanah baru ya, rasanya berdekatan dengan sesama warga indonesia itu rasanya hangat aja, bisa ikutan ngumpul ngumpul, kalau sendirian di kota kecil emang kudu benar benar survive. Tau nih lagi pengen ngegalau aja di bagian ini:P

Yah semoga kedepan saya bisa nge handle hati juga, hidup dimanapun asal bareng suami dan keluarga rukun, kalau di indonesia sih saya ga masalah tinggal di kota manapun, secara negara sendiri Justru di banding jakarta saya akan lebih milih yogya:) Nah masalahnya harapan tipis kalau saya dan si babapanda tinggal di indonesia, karena status pekerjaan dia yang terikat negara nya, nunggu pensiun gitu? ya semoga aja ada rezeki bisa tinggal lama di tanah air pas usia pensiun.

Hanya Alloh saja lah yang Maha mengatur kelak:) Oh ya kenapa gitu saya agak kurang sreg dengan Corum city?

Apa besok kelak jadi lahan dakwah juga? wowlohualam

Corum itu kota kecil yang punya sejarah lumayan agak kelam dengan perbedaan prinsip yang kuat:

Antara muslim sunni dan alevi*alewi* jenis sekte syiah yang tumbuh subur di Turki dan sangat di piara oleh pihak sekuler, Di corum itu kota nya seperti terbelah 2 kubu: Blok sunni dan blok alevi, Beda nya di mana?

Kalau di daerah yang banyak muslim sunni nya akan dengan mudah menemukan masjid, wanita berjilbab dsb,dan penjual minuman keras atau kafe2 buat hedon pun hampir bisa di kata Jarang dan nyaris tidak ada.

Nah kalau daerah alevi, selain juga umumnya daerah apartemen elite, dengan mudah menemukan kafe kafe buat mabok mabokan, dan jarangnya ketemu wanita berkerudung, yang seksi seksi sliweran di jalan biasa, benar benar kubu sekuler sekali yang tentu saja di tandai dengan ‘muka muka bapak sekuler pendiri republik ini*

Kota nya kayak kebagi 2 gitu, dan desa desa di daerah corum pun terbagi bagi antara daerah sunni dan alevi, kalau daerah alevi hampir dipastikan tidak akan ngedengar azan sama sekali.

Jadi hal baru juga buat saya sebenarnya, mengetahui sisi lain kehidupan asli Turki, Kadang kalau di corum ngomong aja sama orang kudu hati hati: jangan jangan dia alevian. Antara muslim dan alevi*kayaknya emang sekte syiah alevi bukan bagian islam, jauh sekali, ritual mereka dari ajaran islam, kenal sholat aja engga,sekilas ritual mereka malah kyk yahudi, make krudungnya pun ga berjilbab kayka muslimah lebih mirip gaya yahudian*ni buat golongan emak2nya sih kebanyakn*ada yg make model krudung juga, Si babapanda bisa banget ngebedain, sebagai anak asli corum dia udah hafal luar dalem kayaknya:)

Saya ngerasa antara muslim suni vs alevi kayak gencatan senjata aja, takut tiba tiba provokator berbau politik memancing rusuh dan terjadi pertumpahan darah lagi:S *saya pernah di kasih liat si babapanda foto foto jadul corum city, tarik menarik 2 kubu: antara yang pro ottoman vs kubu sekuler pas turki mau jadi republik, pro sekuler tentu saja banyak orang alevi nya, pertumpahan darah-.- ngeri lah, Pengaruh sekuler kuat sekali, pengaruh suni juga mulai bersaing: pertarungan politik di corum jelas dari partai sekuler vs partainya erdoğan saling merebut pengaruh.

Yah ujungnya ke politik ya:D

Jadi itu gambaran kota kampungnya si babapanda, main kubu2an, padahal saya demennya netral gitu:) kapan kapan saya cerita lagi

 

Advertisements

2 thoughts on “nomaden ala keluargapanda

  1. hihihi… Saya juga masih nomaden nih mbak. Penginnya ga lama-lama di tempat yang sekarang. Suami sih penginnya netap di Balikpapan aja, ya iya lah kampung halaman dia. Saya juga pengin di kampung halaman saya aja tapi mungkin nanti kalau dah pensiun aja. Ya ampyuun.. udah mikirin pensiun juga 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s