‘penunjang’ layanan kesehatan di Turki

saya baru ingat, hari ini bikin status tentang penunjang layanan kesehatan di Turki.

Ya seandainya para anggota dewan tercinta pas kunjungan atau studi banding, please ya jangan cuma seputaran istanbul dan ujungnya plesiran:P ya boleh boleh aja sih  tapi tetap ada ‘ilmu’ gitu yang di dapat. Yang kasus dulu anggota dpr ke Turki dan denmark ‘ONLY’ mau nanya logo buat palang merah-.- kayak ga hidup di jaman era digital ya..Upps baiklah lupakan hal yang -suka-ngegemesin-dan-pengen-jitakin-mereka itu.

 

Jadi ceritanya saya baru ingat, Waktu salah satu family nya suami datang dari luar kota ke İstanbul, untuk cek up rutin masalah kesehatannya, beliau ada riwayat penyakit  langka gitu dan penanganan yang terbaik hanya ada di kota istanbul dengan fasilitas kesehatan yang lebih memadai di banding corum city.

Nah ternyata untuk urusan Transportasi antar kota: corum -istanbul 9-10 jam by bus,*ga ada pesawat ya di corum:) karena daerahnya mentok di antara kota2 besar:

Berbekal identitas khusus, bentuknya seperti ktp ada keterangan :sakitnya apa dan sedang atau masih perawatan dokter ini yang mengeluarkan dinas kesehatan belediye setempat*pemda-nya* jadi kalau mau beli tiket angkutan umum dengan berbekal kartu khusus tersebut, sang pasien sangat terbantu, pihak pengelola bus akan memberikan tiket khusus dan murah meriah bisa sampai 75 persen dari harga tiket asli-nya*saya kurang tahu apa ini juga bisa dipakai buat tiket pesawat atau khusus bus saja*

Sisa pembayaran tiket angkutan umum tersebut di tanggung pemerintah.

Jadi untuk berobat jalan dan harus di kota besar, bagi penduduk kota kecil atau daerah tidak menjadi kendala, biaya yang mereka keluarkan untuk transportasi di bantu pihak depkes nya.

Dan teman saya di Fb nambahin: di elaziğ*salah satu kota juga di turki*

pemerintah daerahnya juga ada layanan bantuan kesehatan dalam bentuk lain: misalkan pasien dari luar kota, para pendamping atau penjenguk yang sakit, di sediakan sejenis penginapan khusus dekat dengan rumah sakit, mereka bisa menginap disana, penginapan ini Free bahkan mereka pun mendapatkan jatah makan selama menginap di model ‘losmen’ cuma cuma yang disediakan pemerintahnya.

Jadi pasien atau penjenguk yg sakit dari luar kota, misalnya dari desa. ga di pusingkan harus cari penginapan dekat dekat rumah sakit selama menjalani perawatan disana.

**Lalu saya mikir**

Wah seandainya pas kemarin para anggota dewan yang ‘kata’nya studi banding ke turki dan meninjau program kayak gini, kalau programnya bagus bisa juga kan di adaftasi indonesia?

Bayangkan, betapa banyak para pasien yang kesulitan berobat karena terbentur geografi wilayah dan ongkos angkutan umum yang mahal sedang alat alat medis modern paling banyak di pulau jawa,  karena urusan fasilitas baru dan modern pun di turki masih terpusat di kota2 terbesar, kalau cuma sekelas kota kecamatan kayak corum, standar nya masih kelas 2 juga, yang modern dan bagus kelas 1 banyakan ya di kota kota besar seperti istanbul atau ankara.

Paling ga, pemerintah daerah nya sangat-membantu- warga nya, ini kebijakan masing masing pemerintah daerah.

ide ide bagus dari negara sahabat seandainya bisa diaplikasikan dengan baik, menunjang juga buat kemajuan indonesia, jangan budaya ‘hedon’ ala barat aja yg di copy paste -.-‘ dalam bentuk media2 hiburan, ya acara kontes2an ratu2an lah*hahah ga nyambung ya. Coba yang di adaftasi buat kepentingan rakyat banyak kayak model gini, paling yang pro kontra yang di senayan:P mikir ‘bancakan’ proyek* hus sudzon aje* tapi biasanya gitu ya:D

sistem2 layanan kesehatan nya lah minimal.

logo depkes nya turki

logo depkesnya turki

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s